Minggu, 08 Juli 2012


Tidak Ada Manusia Yang Bodoh Di Muka Bumi Ini Kecuali Malas - Motivasi Diri

Kesempurnaan manusia terletak pada dirinya sendiri, dimana manusia bisa maju dan mengerti dirinya sendiri apa bila bisa memotivasi kepribadiannya untuk berbuat baik. Berbuat baik dan berbuat baik itu harus ditanamkan pada diri sendiri untuk menghilangkan penyakit hati dan tidak kalah pentingnya selalu berpikir positif dalam memotivasi diri untuk selalu mandiri. Perilaku manusia pada dewasa ini lebih cenderung berhitung dengan pendapatan orang lain dari pada berhitung apa yang bisa diperbuat untuk selalu berbuat baik.
"TIDAK ADA MANUSIA YANG BODOH DIMUKA BUMI INI KECUALI MALAS".
forums: 

Sebenarnya manusia yang bodoh itu bisa disebabkan oleh banyak hal seperti :
- cacat mental
- korban keadaan
- kemampuan berpikir yang terbatas
- salah didikan
- kemampuan ekonomi lemah
- diperbudak
dan lain sebagainya

apabila ada manusia yang bilang banyak faktor yang membuat orang menjadi bodoh maka sebenarnya mereka adalah termasuk orang yang bodoh,,
malas adalah intisari dari kebodohan , jadi janganlah kalian mencari alasan untuk membenarkan kemalasan tersebut karena mungkin saja anda sendiri lah yang bodoh dan pemalas,,
]
bego loe,,

pada intinya bodoh itu akibat keadaan.
jika dibandingkan dengan kita, orang suku terpencil yang ada di pedalaman seperti papua dan afrika mereka menurut kebanyakan orang pasti mereka lebih bodoh daripada kita. mereka sulit mendapat fasilitas untuk membuat mereka sama pintar dengan kita. mereka juga tidak bisa dibilang malas karena hidup mereka penuh perjuangan antara hidup dan mati, yang pasti jauh berbeda dengan kita dari sisi malas.
tapi kalau "bodoh" dalam arti oang yang sudah dalam keadaan yang baik dan enak tetapi tidak dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya ya saya setuju dengan komentar di atas.
bermalas-malasan memang enak dan sah-sah saja, tapi jangan sampai kebablasan.

Menurut hemat saya, bodoh alias tolol, goblok, atau dungu bin idiot itu relatif dan subjektif sifatnya!
Ada seseorang atau sebuah kelompok atau sebuah negara yang boleh jadi di cap bodoh, dilabel tolol atau distigma idiot oleh sebagian orang, belum tentu selalu dianggap demikian oleh sebagian lainnya. Sehingga "bodoh" disini sangat relatif dan subjektif sifatnya.
Sekedar ilustrasi, B. J. Habibie mungkin dianggap sangat pintar dan luar biasa cerdas oleh sebagian orang karena kecerdasannya dalam merancang kapal terbang dan teori - teori ttg analisis kerusakan pesawat yg dipakai menjadi standar dunia penerbangan saat ini. Namun ketika ditanya tentang cara menenun kain songket Sumatra oleh seorang pengrajin misalnya, Habibie kemungkinan besar akan menjawab tidak mengerti atau saya tidak tahu!
Dalam kasus ini Habibie kemudian dianggap bodoh oleh pengrajin tadi karena tidak bisa menjawab pertanyaan yg menurut dia sangat mudah tsb. Habibie yg menurut orang sangat jenius, berubah 180 derajat di mata pengrajin itu. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa bodoh itu relatif, subjektif, tergantung dan bergantung dari realitas budaya, kebiasaan, ranah pengetahuan, tempat, keadaan, dan pemikiran atau persepsi seseorang.
Orang yg pintar disatu bidang boleh jadi lemah alias bodoh di bidang lain. Sehingga kembali ke thesis di atas bahwa bodoh itu relatif dan subjektif adanya.
Bagaimana menurut anda?
http://arifgenius01.wordpress.com

Menurut hemat saya, bodoh alias tolol, goblok, atau dungu bin idiot itu relatif dan subjektif sifatnya!
Ada seseorang atau sebuah kelompok atau sebuah negara yang boleh jadi di cap bodoh dan dilabel tolol oleh sebagian orang, belum tentu selalu dianggap demikian oleh sebagian lainnya. Sehingga "bodoh" disini sangat relatif dan subjektif sifatnya.
Sekedar ilustrasi, B. J. Habibie mungkin dianggap sangat pintar dan luar biasa cerdas oleh sebagian orang karena kecerdasannya dalam merancang kapal terbang dan teori - teori ttg analisis kerusakan pesawat yg dipakai menjadi standar dunia penerbangan saat ini. Namun ketika ditanya tentang cara menenun kain songket Sumatra oleh seorang pengrajin misalnya, Habibie kemungkinan besar akan menjawab tidak mengerti atau saya tidak tahu!
Dalam kasus ini Habibie kemudian dianggap bodoh oleh pengrajin tadi karena tidak bisa menjawab pertanyaan yg menurut dia sangat mudah tsb. Habibie yg menurut orang sangat jenius, berubah 180 derajat di mata pengrajin itu. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa bodoh itu relatif, subjektif, tergantung dan bergantung dari realitas budaya, kebiasaan, ranah pengetahuan, tempat, keadaan, dan pemikiran.
Orang yg pintar disatu bidang boleh jadi bodoh di bidang lain. Sehingga kembali ke thesis di atas bahwa bodoh itu relatif dan subjektif adanya.
Bagaimana menurut anda?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar